Camat Cilegon Salut, Donasi Palestina dari Masjid Asakina Hampir Lampaui Target Rp100 Juta


CILEGON, KBN.COM —
Suasana silaturahmi Jumat di Komplek BBS II, Masjid Asakina, Ciwedus, mendadak hangat ketika Camat Cilegon, Maman Herman, menyinggung satu hal yang membuat para jamaah terdiam sesaat: donasi Palestina.


Bukan tanpa alasan. Masjid Asakina menjadi salah satu pusat solidaritas terbesar di Kecamatan Cilegon. Selama lima tahun terakhir, gerakan kedermawanan jamaahnya berhasil mengumpulkan total Rp91 juta untuk Palestina — angka yang nyaris menyentuh target simbolis Rp100 juta.


“Ini luar biasa. Sedikit lagi tembus Rp100 juta. Melihat antusias jamaah Asakina, awal Desember kemungkinan besar target itu sudah terpenuhi,” ujar Maman di hadapan jamaah, Jumat (28/11/2025).


Masjid Asakina tercatat rutin menyalurkan donasi Palestina hingga tiga kali dalam setahun, dengan total Rp12 juta hanya untuk 2025.


Hal yang membuat Camat Maman semakin mengapresiasi adalah komitmen pengurus dan jamaah yang memastikan seluruh donasi tersalurkan melalui lembaga resmi:


1. BAZNAS Pusat

2. MUI Pusat

3. Dewan Masjid Indonesia (DMI)

4. Kedutaan Besar Palestina di Jakarta


“Ini bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi memastikan penyalurannya benar dan sampai ke pihak yang tepat,” kata Maman.


Dalam kesempatan itu, Maman juga memaparkan program kolaboratif Kecamatan Cilegon bersama Puskesmas, Muspika, Lurah, dan DMI Kecamatan. Salah satu yang sedang berjalan adalah wisata religi ke masjid-masjid inspiratif yang dinilai memiliki tata kelola baik.


Tujuannya sederhana: membuat pengurus masjid belajar satu sama lain agar pelayanan jamaah terus membaik.


“Ada masjid yang bukan hanya memakmurkan jamaahnya, tapi juga menebar manfaat ke lingkungan — bahkan ke warga non-muslim. Ini contoh praktik baik yang harus diperbanyak,” jelasnya.


Masjid Asakina, As-Syuhada, dan Al-Iman menjadi titik kunjungan program tersebut.


Suasana silaturahmi semakin cair ketika Maman membagikan doorprize bagi jamaah yang mampu menjawab materi yang disampaikannya. Bahkan warga dari luar lingkungan Asakina yang hadir juga mendapat uang saku langsung dari Camat.


“Belajar itu kewajiban. Yang hadir di sini perlu diapresiasi,” ucapnya, yang langsung disambut tawa jamaah.


Camat Maman juga membuka kesempatan bagi warga yang ingin ikut serta ke Jakarta pada awal tahun 2026 mendatang. Rombongan ini rencananya akan menyerahkan donasi Palestina secara langsung ke lembaga pusat.


“Silakan yang ingin ikut. Ini momen baik, sekaligus bukti nyata kepedulian warga Cilegon untuk Palestina,” ujarnya.


Acara ditutup dengan suasana hangat. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, DMI, dan masyarakat terlihat semakin kuat — bukan hanya dalam urusan ibadah, tetapi juga solidaritas kemanusiaan.


Masjid Asakina menjadi contoh bagaimana sebuah komunitas kecil bisa memberi dampak besar bagi perjuangan rakyat Palestina.


(Rizky/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama