Atap Bocor & Kayu Rapuh, Ibu Muriya di Pabean Bertahun-Tahun Menanti Bantuan Perbaikan Rumah


CILEGON, KBN.COM —
Di usia 60 tahun, Muriya—seorang janda yang tinggal di Link. Karang Tengah RT 10/RW 04, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta—harus menghadapi kenyataan pahit: rumah tua yang ia tempati terus-menerus bocor setiap kali hujan turun.


Di rumah yang sudah rapuh dan berusia paling tua di lingkungannya itu, Muriya hidup dalam kecemasan. Hujan deras bukan lagi soal cuaca, tapi soal keselamatan.


“Setiap hujan pasti bocor, kayunya juga sudah banyak yang rapuh,” ungkap Muriya saat ditemui pada Rabu (26/11/2025).


Muriya mengaku pernah mengajukan bantuan program Salira melalui POKMAS beberapa tahun lalu. Namun pengajuan itu tak pernah diproses. Survey pun tak pernah datang.


“Saya sudah ajukan, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya,” keluhnya.


Keluhan itu semakin menguat ketika ia melihat fakta di lingkungannya: ada rumah seorang pengurus RT yang dibangun lewat dana APBD program Salira, sementara rumah-rumah warga lain—terutama kategori RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) seperti miliknya—justru tak tersentuh.


“Rumah warga RTLH harusnya diutamakan, bukan rumah pejabat lingkungan. Saya cuma berharap ada bantuan renovasi untuk atap rumah saya,” tegasnya.


Menurut Muriya, pihak keluarga sudah berusaha melakukan koordinasi melalui pemerintah kelurahan dan kecamatan. Administrasi dilengkapi, pengajuan diterima, bahkan berkasnya sudah diarahkan ke BAZNAS Cilegon.


“Anak saya sudah urus semuanya. Dari kelurahan sampai kecamatan menyambut baik dan membantu koordinasi. Pengajuan juga sudah diarahkan ke BAZNAS Cilegon. Saya hanya berharap ada realisasi bantuan,” ucapnya.


Di tengah ketidakpastian itu, Muriya berharap pemerintah Kota Cilegon maupun lembaga-lembaga amal bisa menunjukkan keberpihakan pada warga yang benar-benar membutuhkan.


“Saya cuma ingin rumah saya aman saat hujan,” tutupnya dengan nada lirih.


(Rizky/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم