
CILEGON, (KBN,COM) – Kecamatan Ciwandan dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-25 tingkat Kota Cilegon tahun 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berharap ajang keagamaan tersebut tidak sekadar sukses digelar, tetapi juga mampu melahirkan talenta Qur’ani lokal yang berprestasi hingga tingkat Provinsi Banten.
Persiapan pelaksanaan MTQ ke-25 kini mulai dimatangkan. Berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari panggung utama hingga arena perlombaan untuk setiap cabang musabaqah, telah disiapkan oleh pihak Kecamatan Ciwandan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menegaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran kegiatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi seluruh kafilah dan masyarakat yang hadir.
Namun, menurutnya, keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari kemeriahan acara dan kelancaran penyelenggaraan. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kita ingin melalui MTQ ini lahir qori dan qoriah serta peserta dari berbagai cabang yang benar-benar berkualitas, sehingga mampu membawa nama baik Kota Cilegon hingga tingkat Provinsi Banten,” demikian penekanan arah pembinaan yang disampaikan Sekda.
Aziz pun meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bersama jajaran kecamatan untuk lebih serius menjaring dan membina potensi peserta dari daerah sendiri. Talenta lokal dinilai perlu mendapatkan ruang, pendampingan, dan pembinaan yang maksimal agar mampu menunjukkan prestasi di tingkat regional maupun provinsi.
Selain penguatan pembinaan peserta, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi perhatian. Seluruh OPD, camat, dan lurah diminta menjalankan tugas masing-masing serta memastikan kebutuhan teknis kegiatan, pengamanan, layanan kesehatan, dan fasilitas pendukung lainnya tersedia dengan baik.
Dengan koordinasi yang solid, pelaksanaan MTQ diharapkan berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung.
Junjung Sportivitas, Dewan Hakim Diminta Objektif
Pemkot Cilegon juga menekankan pentingnya profesionalisme panitia dan dewan hakim dalam menjalankan tugas. Penilaian setiap cabang perlombaan harus dilakukan secara netral, objektif, dan adil berdasarkan kemampuan serta kualitas masing-masing peserta.
Prinsip tersebut dinilai penting untuk menjaga kredibilitas MTQ sekaligus memastikan para juara yang terpilih benar-benar layak mewakili Kota Cilegon pada kompetisi tingkat Provinsi Banten.
Di sisi lain, MTQ ke-25 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan tidak hanya dibaca dan dilantunkan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
UMKM Lokal Diharapkan Ikut Merasakan Manfaat
Tak hanya berdampak pada bidang keagamaan, penyelenggaraan MTQ juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lokasi kegiatan menjadi salah satu peluang untuk menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Dengan persiapan yang matang, pembinaan peserta yang berkelanjutan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, MTQ ke-25 tingkat Kota Cilegon tahun 2026 diharapkan mampu menghadirkan tiga manfaat sekaligus: memperkuat syiar Islam, mencetak generasi Qur’ani berprestasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kini, tantangannya bukan hanya menyukseskan penyelenggaraan, tetapi juga memastikan potensi lokal Cilegon benar-benar tumbuh menjadi prestasi yang membanggakan hingga tingkat Provinsi Banten.
(Fajri*/Red)
Posting Komentar