CILEGON (KBN,COM) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon mengapresiasi penyelenggaraan Seminar Nasional Antisipasi Bencana Akibat Kegagalan Teknologi dalam rangka Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Kegiatan ini dinilai relevan dengan karakteristik Kota Cilegon sebagai kota industri, perdagangan, dan jasa.
Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan DLH Kota Cilegon, Deni Yuliandi, mengatakan Cilegon memiliki sekitar 200 industri yang memerlukan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan kegagalan teknologi industri.
Menurut Deni, seminar tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan berbagai pihak dalam mengantisipasi risiko bencana.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional ini karena sangat tepat diselenggarakan di Kota Cilegon. Mengingat Cilegon merupakan kota industri dengan sekitar 200 industri, kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat,” ujar Deni. Usai menjadi moderator seminar nasional pengendalian bencana teknologi. Selasa, (13/10/2026)
Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut dihadiri perwakilan pelaku industri, praktisi kebencanaan, BPBD Provinsi Banten, BPBD Kota Cilegon, serta berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus lingkungan dan pelajar.
Deni menambahkan, berdasarkan perspektif DLH, industri di Kota Cilegon telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) terkait penanganan keadaan darurat. Rencana kesiapsiagaan tersebut juga tercantum dalam dokumen lingkungan masing-masing perusahaan.
“Saya melihat industri yang ada di Kota Cilegon sudah memiliki SOP terkait tanggap darurat masing-masing. Dalam dokumen lingkungan perusahaan juga telah direncanakan langkah-langkah untuk mengantisipasi keadaan darurat,” katanya.
Meski demikian, kesiapsiagaan tersebut perlu terus diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat agar upaya pencegahan serta penanganan bencana dapat berjalan secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, Deni Yuliandi turut berperan sebagai moderator seminar.
Seminar nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama terhadap potensi bencana akibat kegagalan teknologi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko di kawasan industri Kota Cilegon.
(Fajri/Red)


Posting Komentar