KPU Cilegon Edukasi Pemilih Pemula di MA Nasyrul Ulum, Tekankan Pentingnya Suara Generasi Muda

‎
CILEGON (KBN, COM) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon terus memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda melalui sosialisasi pendidikan pemilih pemula. Kali ini, kegiatan menyasar siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Nasyrul Ulum, Kota Cilegon, Rabu (21/10/2026).
‎
‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KPU meningkatkan kesadaran demokrasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar yang akan memasuki usia pemilih.
‎
‎Komisioner KPU Kota Cilegon Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Nunung Nurjanah, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa melalui hak pilih yang dimiliki.
‎
‎Ia mengingatkan para pelajar agar menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas, serta tidak mudah terpengaruh informasi bohong maupun praktik politik uang.
‎
‎“Pemilih pemula adalah aset penting demokrasi. Kami ingin memastikan adik-adik pelajar MA Nasyrul Ulum tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas pada pesta demokrasi mendatang,” ujar Nunung.
‎
‎Menurutnya, penggunaan hak pilih harus didasarkan pada kesadaran dan tanggung jawab, bukan karena paksaan maupun iming-iming tertentu.
‎
‎Untuk memperdalam pemahaman peserta, KPU Kota Cilegon menghadirkan akademisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Syaiful Bahri, sebagai narasumber.

‎
‎Dalam pemaparannya, Syaiful Bahri menjelaskan bahwa tugas KPU tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan tahapan pemilu. Di luar tahapan tersebut, KPU tetap menjalankan sejumlah kegiatan penting, termasuk pendidikan pemilih dan pemutakhiran data pemilih.
‎
‎“Pesan yang ingin disampaikan adalah masyarakat perlu mengetahui bahwa kerja-kerja KPU bukan hanya saat pemilu. Ketika tidak ada tahapan pemilu pun, KPU tetap melakukan pendidikan pemilih, terutama bagi pemilih pemula, serta pemutakhiran data pemilih,” kata Syaiful.
‎
‎Ia juga menjelaskan bahwa pemahaman mengenai pemilu perlu diberikan sejak dini agar para pelajar dapat mengenali proses demokrasi dan memahami pentingnya hak suara dalam menentukan kepemimpinan serta keterwakilan rakyat.
‎
‎Syaiful turut memaparkan gambaran pemilu nasional yang dijadwalkan pada 2029, dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, serta anggota DPD. Sementara itu, pemilihan kepala daerah dan anggota DPRD merupakan bagian dari pemilihan di tingkat daerah, dengan jadwal dan mekanisme yang mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
‎
‎Lebih lanjut, ia mendorong para pelajar untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana memperoleh informasi dan pengetahuan kepemiluan. Pendidikan pemilih, menurutnya, tidak hanya dapat dilakukan melalui pertemuan tatap muka, tetapi juga melalui situs web dan media sosial.
‎
‎Namun, penggunaan media sosial harus disertai sikap kritis dalam memilah informasi sebelum menyebarkannya.
‎
‎“Prinsipnya, saring sebelum sharing. Adik-adik harus bijak dan cerdas dalam memanfaatkan media sosial, termasuk untuk mencari informasi mengenai pemilu dan pendidikan pemilih,” tegasnya.
‎
‎Syaiful juga mengajak para siswa untuk berani menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang rasional, rekam jejak, serta kualitas calon, bukan semata-mata karena pemberian atau janji tertentu.
‎
‎Melalui kegiatan ini, KPU Kota Cilegon berharap para pelajar MA Nasrul Ulum memiliki pemahaman yang lebih baik tentang demokrasi, mampu menangkal hoaks, serta tumbuh menjadi pemilih yang mandiri dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya.
‎
‎Pendidikan pemilih sejak dini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membangun kualitas demokrasi yang lebih baik, dengan keterlibatan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan tidak mudah terpengaruh oleh praktik politik yang merugikan.

‎
‎(Yan*/Red)
‎

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama