Cilegon Jadi Tuan Rumah Utama Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026


CILEGON, BANTEN – Provinsi Banten bersiap menggelar ajang kebudayaan internasional bertajuk Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 pada 13–15 November 2026. Kota Cilegon menjadi tuan rumah utama sejumlah agenda yang mengangkat pencak silat tradisional dan pelestarian golok pusaka.

Kegiatan ini mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Banten. Delegasi dari lima negara, yakni Malaysia, Singapura, Italia, Belanda, dan Prancis, dijadwalkan ikut berpartisipasi.

Ketua Federasi Pencak Silat Tradisional Indonesia (FPSTI) Kota Cilegon, Rizal Arif Baihaqi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan warisan budaya Banten ke tingkat internasional.

“Ajang ini merupakan momentum besar untuk memperkuat identitas budaya Banten di kancah global. Melalui kolaborasi seni, silaturahmi, dialog lintas negara, dan edukasi heritage, kita ingin memastikan tradisi pencak silat serta pelestarian golok pusaka tetap hidup dan dibanggakan oleh generasi muda,” ujar Rizal, Minggu (18/10/2026).

Mengusung tema Living Heritage, Shared Harmony for a Stronger Tomorrow, kegiatan ini akan berlangsung di Kota Serang dan Kota Cilegon, dengan agenda Sultan Hasanudin Journey serta Golok Pusaka Heritage.

Rangkaian kegiatan di Cilegon dijadwalkan dimulai pada Jumat (13/11/2026) malam melalui Visit Pencak Silat Maestro di Kecamatan Ciwandan. Para delegasi akan bertemu dengan maestro pencak silat sekaligus pewaris tradisi Golok Pusaka, Abah Jamhari, serta menikmati kuliner khas Banten.

Pada Sabtu (14/11/2026), para delegasi mengikuti Sultan Hasanudin Journey di kawasan Banten Lama, Kota Serang. Agenda ini meliputi ziarah ke makam Sultan Hasanudin Banten dan penelusuran sejumlah situs bersejarah peninggalan Kesultanan Banten.

Di kawasan yang sama, panitia juga menjadwalkan Dialog Internasional Pencak Silat. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman dan gagasan antarnegara mengenai pelestarian serta pewarisan pencak silat tradisional sebagai warisan budaya takbenda.

Sementara itu, pada Sabtu malam, kawasan Car Free Day (CFD) Pendekar di Jalan KH Yasin Beji, Kota Cilegon, akan menjadi lokasi Cilegon Cultural Night.

Acara tersebut dijadwalkan diisi dengan prosesi pelantikan Pendekar Banten atau PPPSBBI (Persatuan Pendekar Persilatan Seni Budaya Banten Indonesia) Cilegon dan HPPB (Himpunan Peguron Persilatan Banten), pertunjukan musik dan pencak silat, serta bazar UMKM yang menampilkan produk dan kuliner lokal.

Puncak kegiatan akan berlangsung pada Minggu (15/11/2026) pagi melalui Banten Heritage Walk – Golok Pusaka di Jalan KH Yasin Beji, Kota Cilegon. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum.

Peserta dianjurkan mengenakan ornamen busana tradisional Nusantara, seperti ikat kepala atau laken, sarung, dan pakaian adat. Atribut golok atau keris diperbolehkan dengan ketentuan tersarung dan digunakan secara aman.

Rizal mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar tradisi leluhur tetap dikenal generasi mendatang.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi. Ini bukan sekadar perhelatan pencak silat, tetapi gerakan bersama untuk menjaga warisan leluhur, memperkuat persaudaraan, dan memperkenalkan kebudayaan Banten kepada dunia agar tidak punah tertelan zaman,” katanya.

Panitia menetapkan biaya pendaftaran Banten Heritage Walk sebesar Rp120.000 per peserta. Biaya tersebut mencakup kaos eksklusif, air mineral, dan kupon undian berhadiah atau door prize, dengan hadiah utama berupa sepeda motor, televisi, dan lemari es.

Masyarakat yang ingin mendaftar dapat menghubungi Ronny di nomor 08170764947 atau Kiran di nomor 082210354234.

Melalui penyelenggaraan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026, Banten diharapkan mampu memperkuat pelestarian pencak silat tradisional, memperluas jejaring budaya internasional, serta memperkenalkan sejarah dan identitas daerah kepada masyarakat dunia.


(Yan*/Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama