CILEGON, (KBN,COM) — Sebanyak 225 peserta mengikuti pelatihan digital marketing dan affiliate marketing yang digelar di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dewan Pendidikan Kota Cilegon, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Cilegon, Pemerintah Kota Cilegon, dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kementerian Ketenagakerjaan.
Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Program affiliate atau digital marketing memang yang dibutuhkan hari ini. Perkembangan zaman sudah semuanya menggunakan gadget dan handphone," kata Robinsar.
Menurutnya, pemasaran digital memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjalankan usaha tanpa harus memiliki modal besar.
"Mau jualan, mau berusaha, mau mengembangkan, tidak perlu mesti punya modal besar. Program ini sangat baik dan ke depan harus terus dikembangkan," ujarnya.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Cilegon Syaiful Bahri mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antarlembaga untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia di Kota Cilegon.
"Ini bentuk dari perjanjian kerja sama dengan melaksanakan pelatihan digital marketing affiliate sekaligus sertifikasi," kata Syaiful.
Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat. Peserta kemudian mengikuti ujian sertifikasi pada Sabtu.
Syaiful menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi. Dari sekitar 500 pendaftar, peserta yang dapat ditampung sebanyak 224 orang karena keterbatasan tempat dan instruktur berlisensi.
"Animonya sangat luar biasa. Bahkan pendaftarnya bukan hanya dari Cilegon, tetapi dari berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.
Ia menegaskan pelatihan tersebut tidak sekadar memberikan keterampilan, tetapi diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"Output-nya adalah kemandirian ekonomi. Kita ingin membuktikan bahwa Dewan Pendidikan juga mampu berkontribusi mendukung program Wali Kota dalam peningkatan sumber daya manusia," kata Syaiful.
Sementara itu, Ketua Apindo Cilegon sekaligus Sekjen Apindo Banten, Najib Hanafi, mengatakan dunia usaha memiliki tanggung jawab bersama dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM.
"Kita ingin punya tanggung jawab bersama untuk meningkatkan SDM di Kota Cilegon," kata Najib.
Menurut Najib, peserta nantinya akan disaring untuk mengikuti program lanjutan, termasuk peluang menjadi affiliate melalui kerja sama dengan perusahaan.
Instruktur BBPVP, Adi Fikri, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperkenalkan keterampilan digital kepada masyarakat.
"Harapannya wawasan mereka menjadi lebih terbuka, terutama soal jualan. Sekarang jualan tidak perlu modal besar, tidak perlu punya tempat, bahkan tidak harus punya produk atau stok produk," ujar Adi.
Adi mengatakan peserta cukup membuat konten dan memasarkan produk melalui platform digital. Jika terjadi transaksi, peserta akan memperoleh komisi dari penjualan.
"Terutama untuk anak-anak muda yang saat ini sulit mencari kerja, mungkin bisa memanfaatkan ini dengan lebih baik. Siapa tahu justru lebih sukses di affiliate marketing," Sambungnya
(Yan*/Red)

Posting Komentar