Cilegon, (KBN.COM) – Dinamika politik internal Partai Golkar Kota Cilegon memasuki babak baru. Ratu Amalia Hayani resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon dari DPD Partai Golkar Provinsi Banten.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Andika Hazrumy, di sela pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) SOKSI Banten yang berlangsung di Hotel Aston Cilegon, Minggu (14/6/2026).
Penunjukan Ratu Amalia sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Kota Cilegon menjadi langkah strategis untuk memastikan roda organisasi partai tetap berjalan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) guna memilih ketua definitif.
Usai menerima SK, Ratu Amalia menjelaskan bahwa keputusan tersebut akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme organisasi yang berlaku. Salah satu agenda utama yang harus dijalankan adalah menyampaikan keputusan tersebut kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sebagai bagian dari proses administrasi dan konsolidasi partai.
"Surat keputusan secara fisik hari ini sudah kami terima. Selanjutnya akan disampaikan ke DPP Partai Golkar. Berdasarkan ketentuan organisasi, kami memiliki tugas untuk melaksanakan Musdalub karena status ini bersifat sementara," ujar Ratu Amalia.
Menurutnya, amanah sebagai Plt bukan hanya sebatas mengantarkan partai menuju pemilihan ketua definitif, tetapi juga memastikan seluruh program organisasi tetap berjalan dan konsolidasi kader terus diperkuat.
"Tugas utama saya adalah mengantarkan sampai terpilihnya ketua definitif. Namun di sisi lain, masih ada berbagai program Partai Golkar yang harus segera dilaksanakan dalam waktu dekat," katanya.
Ratu Amalia menegaskan, pelaksanaan Musdalub tidak akan diputuskan secara sepihak. Seluruh tahapan dan persiapan akan dibahas bersama jajaran pengurus DPD Golkar Kota Cilegon agar berjalan sesuai aturan organisasi.
Ia menilai, kekompakan pengurus menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas partai menjelang agenda-agenda politik yang akan datang.
"Pelaksanaan Musdalub nantinya akan dipersiapkan bersama pengurus. Ini bukan pekerjaan satu orang, melainkan tanggung jawab bersama seluruh jajaran pengurus partai," ujarnya.
Saat ditanya mengenai peluang maju sebagai calon ketua definitif dalam Musdalub mendatang, Ratu Amalia menyatakan kesiapannya sebagai kader Partai Golkar.
Menurutnya, setiap kader harus siap menerima amanah apabila mendapat kepercayaan dari struktur partai, para senior, maupun kader Golkar di Kota Cilegon.
"Sebagai kader, tentu harus siap apabila diberikan amanah dan dipercaya oleh pengurus, para senior, maupun kader Golkar untuk memimpin partai ke depan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Andika Hazrumy, menegaskan bahwa langkah penataan organisasi di tubuh Golkar Cilegon memiliki tujuan utama memperkuat daya saing partai menjelang kontestasi politik mendatang.
Menurut Andika, seluruh proses konsolidasi dan penguatan struktur partai harus bermuara pada peningkatan kekuatan elektoral Golkar di tengah masyarakat.
"Tujuan paling utama adalah penguatan elektoral. Tidak ada tujuan lain selain bagaimana Partai Golkar semakin kuat dan mampu meraih suara yang maksimal pada pemilu mendatang," ujar Andika.
Ia menambahkan, soliditas kader, kekuatan organisasi, serta konsolidasi hingga tingkat akar rumput menjadi faktor penting untuk memastikan Golkar tetap menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Kota Cilegon maupun Provinsi Banten.
Dengan diterbitkannya SK Plt tersebut, Partai Golkar Kota Cilegon kini memasuki fase konsolidasi menuju Musdalub. Agenda tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan definitif, tetapi juga memperkuat kesiapan partai menghadapi berbagai agenda politik dan pemilu yang akan datang.
(Yan/Red*)

Posting Komentar