Kejari Baru Cilegon Siap Bongkar Kasus Korupsi Mengendap: “Kasih Tahu yang Mana”


Cilegon, (KBN.COM) —
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon yang baru, Febrianda Ryendra, menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan kasus-kasus dugaan korupsi yang selama ini menjadi sorotan publik.


Hal itu disampaikan Febrianda saat acara pisah sambut Kepala Kejari Cilegon dari Virgalino Nahan kepada dirinya di Hotel The Royale Krakatau Steel, Rabu 6 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan perusahaan, hingga tokoh masyarakat Kota Cilegon.


Dalam sambutannya, Febrianda meminta dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk insan media di Kota Cilegon.


“Saya mohon diterima dengan baik dan mohon berkolaborasi dengan rekan-rekan media. Jangan sungkan, saya welcome. Daripada ngomong di belakang, datang saja ke kantor,” ujar Febrianda.


Terkait sejumlah kasus yang saat ini sedang berjalan maupun yang disebut-sebut mengendap, Febrianda mengaku akan terlebih dahulu mempelajari seluruh persoalan sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.


“Saya baru singkat sekali di sini, belum sempat ngobrol banyak dengan internal. Tentu saya akan konsultasi dulu dan mempelajari semuanya,” katanya.


Meski demikian, Febrianda memastikan dirinya memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Ia bahkan mengungkapkan pernah menjadi bagian dari tim penanganan perkara korupsi di Banten.


“Tahun 2001 sampai 2003, Banten itu nomor satu dalam penanganan korupsi. Saya waktu itu koordinator dan membawahi empat tim. Sekarang di posisi berbeda, tentu saya tetap punya komitmen untuk pemberantasan korupsi,” tegasnya.


Namun, menurutnya, penanganan korupsi bukan hanya soal memenjarakan pelaku, melainkan juga bagaimana menyelamatkan dan mengembalikan kerugian negara.


“Yang penting dari pemberantasan korupsi itu bukan bagaimana menahan orang, tapi bagaimana mengembalikan kerugian negara,” ujarnya.


Saat ditanya awak media terkait dugaan sejumlah kasus yang dinilai mandek atau belum terungkap di Kota Cilegon, Febrianda secara terbuka meminta informasi dan laporan masyarakat.


“Kalau ada kasus yang mengendap, kasih tahu yang mana. Rekan-rekan media juga penting, kasih datanya. Saya terbuka terhadap semua laporan dan aduan masyarakat,” katanya.


Febrianda juga memperkenalkan dirinya sebagai jaksa lapangan yang terbiasa menangani berbagai persoalan langsung di tengah masyarakat.


“Saya ini bukan jaksa di belakang meja. Saya jaksa yang fight. Mungkin nanti Cilegon akan agak berbeda, karena saya ini petarung jalanan,” ucap pria kelahiran Sumatera Barat tahun 1974 itu.


Diketahui, Febrianda memulai karier di kejaksaan sejak tahun 1999 dan telah bertugas di berbagai daerah di Indonesia. Sebelum menjabat Kejari Cilegon, ia bertugas di Kejati Banten dan kemudian menjabat di Kejari Rote Ndao sejak Agustus 2024.


Sementara itu, Kejari Cilegon sebelumnya, Virgalino Nahan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon, Forkopimda, dan masyarakat atas dukungan selama dirinya menjabat sekitar satu tahun lebih.


“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama selama ini. Kami juga mohon maaf apabila selama bertugas ada kesalahan dan kekeliruan,” ujar Virgalino.


Ia berharap kepemimpinan Kejari Cilegon yang baru dapat semakin optimal dalam menjalankan tugas penegakan hukum, khususnya dalam pengungkapan kasus-kasus korupsi yang merugikan negara.


(Yan/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama