Cilegon, (KBN.COM) — Upaya memperkuat kolaborasi antara dunia industri, pemerintah, dan akademisi kembali digaungkan melalui Seminar Nasional bertajuk “Next-Gen Industry: Kolaborasi Industri melalui Akademik dan Dunia Usaha” yang digelar di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, praktisi industri, hingga pemangku kebijakan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan ruang dialog yang mampu menjembatani kepentingan dunia pendidikan dan dunia usaha di tengah perubahan lanskap industri yang semakin dinamis.
Ketua Pelaksana kegiatan, Nafisha Zachra, mengatakan seminar ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kolaboratif melalui pendekatan pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
“Seminar ini menjadi wadah diskusi yang mempertemukan berbagai pihak untuk saling bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi. Harapannya, tercipta ruang dialog yang konstruktif antara dunia pendidikan dan industri,” ujar Nafisha.
Dalam forum tersebut, arah kebijakan industri masa depan turut menjadi sorotan. Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Kurnia Satriawan, yang hadir sebagai pembicara kunci, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi industri.
Sementara itu, Kepala Bapedalitbang Kota Cilegon Ahmad Jubaedi yang merupakan perwakilan dari Pemerintah Kota Cilegon menegaskan komitmen untuk terus mendorong pertumbuhan industri berbasis kolaborasi. Pendekatan ini dinilai penting agar pembangunan ekonomi daerah dapat berjalan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan kesiapan tenaga kerja lokal.
Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Banten, serta Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Banten. Para pembicara membahas isu pengembangan kompetensi tenaga kerja, kepemimpinan generasi muda, serta strategi dunia usaha dalam menghadapi tantangan industri.
Dari sisi praktisi, diskusi berkembang pada pentingnya adaptasi dan inovasi dalam membangun daya saing industri. Sementara moderator mengarahkan dialog agar tetap fokus pada solusi konkret yang dapat diimplementasikan di tingkat daerah.
Kegiatan ini turut didukung sejumlah perusahaan dan institusi, seperti Krakatau Chandra Energi dan PT Dover Chemical, serta media dan lembaga lokal di Kota Cilegon.
Seminar yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan networking antarpeserta. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk membuka peluang kolaborasi lanjutan, sekaligus mempertegas bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
Di tengah tuntutan transformasi industri yang kian cepat, forum seperti ini menjadi penting—bukan sekadar ruang bertukar gagasan, tetapi juga sebagai titik temu untuk merumuskan langkah konkret menuju industri masa depan yang inklusif dan adaptif.
(Yan/Red*)

Posting Komentar