Cilegon, (KBN.COM) — Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada tahun buku 2025 menjadi sinyal positif bagi industri baja nasional. Perusahaan pelat merah itu membukukan laba bersih sebesar USD339,64 juta atau setara Rp5,68 triliun, berbalik dari tekanan kinerja pada tahun sebelumnya.
Selain mencatatkan laba, Krakatau Steel juga membukukan peningkatan volume penjualan hingga 944 ribu ton atau tumbuh 29 persen secara tahunan. Perbaikan struktur keuangan serta efisiensi operasional dinilai menjadi faktor utama yang mendorong keberhasilan transformasi perusahaan.
Sekretaris Jenderal Karang Taruna Kota Cilegon, Rikil Amri, menilai capaian tersebut bukan sekadar indikator finansial, melainkan representasi kebangkitan industri strategis nasional.
“Ini bukan hanya soal angka. Ini bukti bahwa transformasi yang konsisten dan perbaikan tata kelola mampu membawa perusahaan kembali ke jalur pertumbuhan,” ujar Rikil, Sabtu (4/4/2026).
Menurut dia, keberhasilan Krakatau Steel tidak terlepas dari langkah restrukturisasi keuangan, penguatan lini operasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah-langkah tersebut dinilai berhasil membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Bagi Kota Cilegon sebagai kawasan industri, capaian ini memiliki implikasi strategis terhadap pergerakan ekonomi daerah. Namun demikian, Rikil menekankan pentingnya memastikan bahwa pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Ia mendorong agar momentum kebangkitan Krakatau Steel dimanfaatkan untuk memperluas akses pemuda terhadap dunia industri, melalui program pelatihan, pendidikan vokasi, hingga peluang kerja yang lebih terbuka.
“Pemuda Cilegon harus menjadi bagian dari rantai pertumbuhan ini. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat sebagai pelaku utama,” katanya.
Karang Taruna, lanjut dia, siap berperan sebagai mitra strategis dalam menjembatani kebutuhan industri dengan potensi generasi muda daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Cilegon, tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai pusat pengembangan SDM unggul.
Secara akademis, Rikil memandang capaian laba tersebut sebagai indikator bahwa transformasi Krakatau Steel berada di jalur yang tepat. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa konsistensi kinerja tetap menjadi tantangan utama ke depan.
“Inovasi, efisiensi, dan kolaborasi inklusif harus terus diperkuat agar kinerja positif ini dapat berkelanjutan,” ujarnya.
Capaian ini sekaligus menjadi penanda bahwa di tengah tekanan global, industri nasional masih memiliki daya tahan untuk bangkit—selama strategi dijalankan secara disiplin dan adaptif terhadap perubahan.
(Yan/Red*)

Posting Komentar