Cilegon, (KBN.COM) — Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM) kian menunjukkan kelasnya sebagai lokomotif ekonomi syariah di Kota Baja. Melalui peluncuran Program Tabungan Ukhwah Tahap III, BPRS CM tak sekadar mempromosikan budaya menabung, tetapi juga membuktikan daya tariknya dengan mencatat lonjakan hampir 8.000 rekening baru hanya dalam dua bulan terakhir.
Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan publik terhadap BPRS CM semakin menguat. Program Ukhwah, yang berarti persaudaraan, tidak hanya menjadi jargon, tetapi berubah menjadi kekuatan nyata yang menggerakkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.
Komisaris Utama BPRS CM, Ismatullah, menegaskan bahwa filosofi Ukhwah menempatkan bank syariah sebagai lembaga keuangan yang terbuka bagi semua lapisan masyarakat.
“Ukhwah itu artinya persaudaraan. Bank syariah bukan hanya milik umat Islam, tapi milik seluruh masyarakat. Yang membedakan hanyalah sistem pengelolaannya yang berbasis syariah dan bebas dari praktik riba,” ujar Ismatullah, Rabu 4 Februari 2026.
Ia menyebut, Tabungan Ukhwah dirancang sebagai produk yang aman, kompetitif, sekaligus atraktif. Berbagai gebyar hadiah sengaja disiapkan agar masyarakat semakin tertarik menjadikan BPRS CM sebagai bank utama.
“Hari ini hadiahnya mungkin seperti ini, tapi ke depan kami siapkan yang lebih besar dan lebih menarik. Target kami, BPRS CM bukan hanya sejajar, tapi bisa lebih diminati dibanding bank-bank lain,” tegasnya.
Direktur BPRS CM, Yoka, menjelaskan bahwa Program Ukhwah bukan sekadar berburu jumlah rekening. Yang lebih penting adalah menciptakan nasabah aktif, loyal, dan produktif.
“Kami ingin nasabah tidak hanya membuka rekening lalu dibiarkan kosong. Program ini didesain untuk meningkatkan saldo, transaksi, dan loyalitas. Ini soal revenue, retensi, dan repeat customer,” kata Yoka.
Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Kota Cilegon yang mengarahkan berbagai program ke BPRS CM menjadi energi tambahan bagi manajemen untuk terus berinovasi, termasuk menghadirkan insentif dan hadiah yang relevan bagi masyarakat.
Manajemen BPRS CM menargetkan 10.000 rekening aktif pada Triwulan I 2026. Target itu dinilai realistis setelah melihat capaian terkini.
“Dalam dua bulan kami sudah menambah hampir 8.000 rekening. Tapi yang kami kejar bukan sekadar jumlah, melainkan rekening yang benar-benar aktif,” jelas Yoka.
Penambahan rekening tersebut berasal dari basis masyarakat yang kuat, antara lain:
• RT dan RW: 3.594 rekening
• Kader masyarakat: sekitar 2.200 orang, dengan tingkat realisasi mencapai 95 persen
“Ini sudah setengah jalan. Mudah-mudahan sisanya bisa segera masuk sehingga target 10 ribu rekening benar-benar tercapai,” pungkasnya.
Melalui Tabungan Ukhwah, BPRS CM bukan hanya membangun basis nasabah, tetapi juga menanamkan budaya menabung dan transaksi syariah di tengah masyarakat Cilegon. Di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, strategi ini menjadi pembeda sekaligus kekuatan utama BPRS CM.
Dengan kinerja yang terus menanjak, Program Ukhwah Tahap III kini bukan sekadar produk, melainkan telah menjelma menjadi mesin pertumbuhan ekonomi syariah lokal yang memberi harapan baru bagi kemandirian keuangan masyarakat Cilegon.
(Yan/Red*)

Posting Komentar