Rapat Koordinasi Digelar, Polemik Parkir MAN 1 Cilegon Disepakati Selesai secara Musyawarah


Cilegon, KBN.COM –
Polemik pengelolaan parkir di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cilegon yang sempat viral di media sosial akhirnya menemui titik terang. Pihak sekolah bersama pengelola parkir dan unsur terkait menggelar rapat koordinasi untuk meluruskan informasi sekaligus memastikan kejadian serupa tak terulang.


Rapat berlangsung di Aula MAN 1 Cilegon dan dihadiri oleh manajemen sekolah, pengelola parkir, Komite MAN 1 Cilegon, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, perwakilan DPMPTSP, serta tokoh masyarakat sekitar.


Kegaduhan bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan adu argumen antara pihak pengelola parkir dan unsur sekolah. Video itu memicu berbagai reaksi warganet hingga menjadi pembicaraan di kalangan kepala OPD, bahkan menarik perhatian Wali Kota Cilegon.


Dalam rapat tersebut, masing-masing pihak memaparkan kronologi peristiwa dan memberikan klarifikasi atas informasi yang beredar. Kepala MAN 1 Cilegon, Dra. Hj. Maryati, M.Pd, menegaskan bahwa insiden tersebut murni dipicu oleh perbedaan persepsi mengenai pengaturan area parkir dan kewenangan pengelolaan, bukan konflik yang disengaja.


“Dengan adanya kesalahpahaman yang terjadi, kami berharap semua pihak bisa tetap tenang. Tidak ada niat buruk atau konflik berkepanjangan. Semuanya bisa diselesaikan secara musyawarah,” ujar Maryati.


Maryati menekankan bahwa MAN 1 Cilegon berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan nyaman, termasuk dalam pengelolaan fasilitas parkir bagi siswa, guru, dan tamu.


Hal senada disampaikan Ketua Komite MAN 1 Cilegon, Suherman. Ia menyebut hasil rapat telah menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang menjadi dasar penataan ulang sistem parkir di lingkungan sekolah.


“Pengelola parkir menyatakan siap mengikuti aturan yang ditetapkan pihak sekolah. Disepakati adanya penataan ulang sistem parkir, pembagian tugas yang lebih jelas, serta peningkatan komunikasi antar pihak,” jelas Suherman.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi di media sosial yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.


“Kami berharap setelah rapat ini, tidak ada lagi kesalahpahaman. Masyarakat juga kami minta lebih bijak menyikapi informasi yang beredar,” pungkasnya.


Dengan adanya kesepakatan bersama ini, MAN 1 Cilegon menegaskan kembali posisinya sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi prinsip dialog, keterbukaan, dan penyelesaian masalah secara damai—sekaligus menjadi contoh bahwa persoalan di ruang publik dapat diselesaikan dengan komunikasi dan kolaborasi.


(Yan/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama