Cilegon, (KBN.COM) – Direktur Utama Perumda Air Minum Cilegon Mandiri, Ikhwan Kurniawan, memastikan pembangunan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) menuju kawasan Nol Kilometer telah rampung dan dalam kondisi aman. Hal itu dibuktikan melalui uji tekan selama 22 hari berturut-turut tanpa ditemukan kebocoran.
Pipa JDU yang membentang dari depan PT Neos di kawasan LCTN hingga titik BPBR tersebut secara fisik telah selesai sejak 5 Januari 2026. Namun hingga kini masih dalam tahap uji tekan sebagai bagian dari prosedur pengamanan jaringan distribusi air bersih.
“Sejak uji tekan dilakukan pada 5 Januari sampai hari ini, 27 Januari 2026, hasilnya nol pergerakan air. Artinya tidak ada kebocoran,” kata Ikhwan, Selasa (27/1/2026).
Ikhwan menjelaskan, proyek ini bahkan rampung lebih cepat dari masa perpanjangan kontrak yang berakhir pada 25 Januari 2026. Perpanjangan dilakukan semata-mata karena faktor cuaca dan kehati-hatian dalam pengerjaan.
Menurutnya, intensitas hujan tinggi sejak akhir 2025 membuat proses pengelasan pipa tidak bisa dilakukan secara maksimal. Selain itu, jalur pipa yang melewati kawasan industri membutuhkan koordinasi teknis dengan sejumlah perusahaan agar tidak mengganggu fasilitas yang ada.
“Kalau pengelasan dipaksakan saat hujan, justru berisiko bocor. Kami tidak mau ambil risiko, karena ini menyangkut layanan publik,” ujarnya.
Terkait isu pembayaran proyek, Ikhwan menegaskan tidak benar jika disebut dibayar hingga 200 persen. Ia memastikan pembayaran baru dilakukan sampai termin ketiga sesuai kontrak senilai sekitar Rp2,5 miliar, tanpa ada perubahan nilai pekerjaan.
Untuk meningkatkan pengawasan, PDAM Cilegon juga memasang sistem monitoring digital berbasis retrofit pada water meter induk. Sistem ini memungkinkan deteksi kebocoran secara real time tanpa harus turun langsung ke lapangan.
“Jalur ini berada di koridor PT KAI. Kalau sampai bocor, tanggung jawab penuh ada pada kami. Maka standar keamanannya tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Saat ini, segmen pertama JDU sudah bisa dimanfaatkan untuk mendukung distribusi air bersih di wilayah sekitar. PDAM Cilegon juga mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak, seperti hotel, perkantoran, pelaku usaha, hingga ASDP.
Meski demikian, Ikhwan menegaskan prioritas utama tetap pelayanan masyarakat, terutama warga di kawasan perbukitan yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.
“Tidak akan ada penjualan komersial yang mengorbankan hak masyarakat. Itu komitmen kami,” tutupnya.
Proyek ini kini memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan dan seluruh kondisi teknis masih menjadi tanggung jawab pelaksana. PDAM Cilegon optimistis, pipa JDU akan menjadi tulang punggung sistem distribusi air bersih yang lebih andal di Kota Cilegon.
(Yan/Red*)

Posting Komentar