Cilegon, (KBN.COM) – Pemerintah Kota Cilegon terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap bersaing di tengah pesatnya perkembangan industri. Salah satunya melalui dukungan terhadap kegiatan Cilegon Industrial Connect 2026 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) Cilegon di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang temu strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia industri, aparat keamanan, hingga mahasiswa. Tujuannya jelas: membangun ekosistem kolaboratif guna memastikan pembangunan SDM Cilegon berjalan seiring dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, yang hadir sebagai keynote speaker, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam mengangkat isu strategis ketenagakerjaan dan pendidikan. Menurutnya, penguatan kualitas SDM lokal tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Penguatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia industri harus berjalan seiring dan saling menguatkan agar SDM lokal kita benar-benar siap bersaing,” ujar Fajar.
Dalam sesi dialog interaktif, berbagai persoalan krusial turut mengemuka. Mulai dari masalah administrasi dan tata kelola ketenagakerjaan, tingginya angka pengangguran yang masih didominasi lulusan SMK, hingga persoalan dual kurikulum SMK yang dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan industri.
Isu kesenjangan antara perkembangan teknologi industri dan kurikulum pendidikan juga menjadi sorotan. Selain itu, peserta diskusi menyinggung persoalan akses tenaga kerja lokal di tengah keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA), praktik magang tanpa upah (unpaid internship), hingga pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Menanggapi hal tersebut, Fajar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cilegon terus melakukan pembenahan dan penguatan sinergi lintas sektor. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan sistem ketenagakerjaan di Cilegon semakin adil, transparan, dan berpihak pada penguatan SDM lokal.
“Kami ingin ke depan tercipta sistem ketenagakerjaan yang lebih berkeadilan dan benar-benar memberi ruang bagi putra-putri daerah untuk berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Cilegon Industrial Connect 2026, Fajar Berlian, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara mahasiswa, institusi pendidikan, pemerintah, dan dunia industri. Harapannya, terbangun jejaring yang kuat dalam menyiapkan SDM yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Hal senada disampaikan Ketua BEM Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) Cilegon, Syafa’atul Amin. Ia menekankan bahwa kemajuan Kota Cilegon tidak hanya ditopang oleh kuatnya sektor industri, tetapi juga oleh kualitas manusianya.
“Masa depan Kota Cilegon tidak hanya ditentukan oleh kualitas industrinya, tetapi juga oleh kualitas SDM-nya. Karena itu, mahasiswa harus mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua DPK APINDO Cilegon, Najib, yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap pembangunan daerah. Ia mengajak mahasiswa dan pemuda Cilegon untuk terus terlibat aktif dalam membangun daerah, khususnya melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan dan dunia kerja.
Dengan terselenggaranya Cilegon Industrial Connect 2026, Pemkot Cilegon berharap sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri semakin solid. Kolaborasi inilah yang diyakini menjadi kunci untuk melahirkan SDM unggul, mengurangi pengangguran, sekaligus memperkuat daya saing Kota Cilegon sebagai kota industri masa depan.
(Yan/Red*)

Posting Komentar