Ngopi Refleksi Akhir Tahun 2025, Komunitas Lintas Elemen Hidupkan Alun-alun Kota Cilegon


CILEGON, KBN.COM -
Yayasan Mengetuk Pintu Langit CJ Sipeung menggelar kegiatan bertajuk “Ngopi Refleksi Akhir Tahun 2025” di Alun-alun Kota Cilegon, Selasa (31/12/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas, sekaligus ajang refleksi sosial dan pembangunan Kota Cilegon di penghujung tahun.


Acara tersebut dihadiri Wali Kota Cilegon Robinsar, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Cilegon, organisasi kepemudaan, Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Karang Taruna, pelaku UMKM, hingga musisi lokal. Puncak kegiatan diisi dengan diskusi santai bertema kondisi dan masa depan Kota Cilegon.


Ketua Pelaksana kegiatan, Ahmad Fakih Sunandar, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan bersama lintas komunitas yang bertujuan menghidupkan kembali fungsi Alun-alun Kota Cilegon sebagai ruang publik.


“Ini adalah gerakan bersama teman-teman lintas komunitas di Cilegon. Kami ingin memberikan warna baru bagi alun-alun kota yang selama ini dinilai belum terlalu ramai, padahal potensinya sangat besar,” ujar Fakih.


Menurut Fakih, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi kepemudaan, komunitas budaya, hingga lembaga sosial seperti BAZNAS Kota Cilegon. Seluruh rangkaian acara diarahkan untuk mendorong aktivitas sosial dan kemanusiaan.


“Anak-anak muda kreatif bersinergi dengan lintas komunitas. Tujuan akhirnya adalah memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” katanya.


Fakih juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Cilegon terhadap kegiatan komunitas yang digelar di ruang publik.


“Kami berterima kasih kepada Pemkot Cilegon yang telah mendukung dan memberi ruang bagi kegiatan-kegiatan komunitas,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatulloh Khumaeni, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga dan mengembangkan kebudayaan Cilegon sebagai identitas daerah.


“Kebudayaan adalah cara hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dari kaum muda hingga kaum tua, ini yang terus kami jaga,” kata Ayatulloh.


Ia menilai, selama kepemimpinan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar, Pemerintah Kota Cilegon menunjukkan perhatian terhadap pengembangan kota dan ruang publik.


“Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan jalan, hingga penataan wajah kota. Alun-alun kini kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya.


Pandangan serupa disampaikan Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Edi Firmansyah. Ia menilai kinerja Pemerintah Kota Cilegon sepanjang 2025 menunjukkan upaya nyata dalam menangani berbagai persoalan sosial, termasuk pengangguran.


“Karang Taruna mencatat capaian-capaian pemerintah daerah di akhir tahun ini. Kami fokus pada bagaimana kesejahteraan sosial bisa terus ditingkatkan,” kata Edi.


Ia mengakui bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kota Cilegon mengalami peningkatan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor eksternal.


“Salah satunya selesainya proyek besar Lotte Chemical Indonesia yang sebelumnya menyerap ribuan tenaga kerja. Ditambah adanya gelombang PHK, ini bukan hanya terjadi di Cilegon, tetapi juga di daerah lain secara nasional,” ujarnya.


Meski demikian, Edi menilai pemerintah daerah telah menunjukkan upaya konkret melalui sinergi dengan dunia industri.


“Ada upaya membuka program magang ke luar negeri dan mendorong industri menggunakan produk lokal. Ini membutuhkan proses dan kerja bersama,” katanya.


Melalui kegiatan Ngopi Refleksi Akhir Tahun 2025, Alun-alun Kota Cilegon diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga ruang dialog, kolaborasi, dan partisipasi warga dalam pembangunan kota.


(Yan/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama