19 Kepala SDN dan 2 SMPN di Cilegon Sertijab, Rotasi Promosi Dipastikan Berlanjut Sepanjang 2026


Cilegon, (KBN.COM) –
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon memastikan rotasi dan promosi kepala sekolah tidak berhenti pada pengukuhan 21 kepala sekolah yang dilakukan hari ini. Dari total tersebut, sebanyak 19 berasal dari SD Negeri (SDN) dan 2 dari SMP Negeri (SMPN).


Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyebut sertijab ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan dalam manajemen sumber daya pendidikan, seiring banyaknya kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.


“Bulan depan juga akan ada yang pensiun. Artinya, di 2026 ini kemungkinan masih akan ada rotasi dan promosi lagi,” ujar Heni di Aula Setda Cilegon, Rabu (21/1/2026).


Menurut Heni, mutasi kepala sekolah tidak hanya didorong oleh faktor usia dan masa tugas, tetapi juga sebagai strategi penyegaran organisasi. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap sekolah dipimpin oleh figur yang adaptif terhadap tantangan pendidikan yang terus berubah.


“Rotasi ini bukan semata karena jabatan kosong, tapi juga untuk penyegaran. Supaya tidak stagnan dan kepala sekolah bisa membawa semangat baru di tempat tugasnya,” jelasnya.


Ia mengakui, tren pensiun kepala sekolah dalam beberapa tahun terakhir cukup tinggi. Kondisi ini membuat Dindikbud harus menyiapkan skema promosi secara berkelanjutan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di sekolah.


“Kalau melihat data kami, setiap tahun itu pasti ada kepala sekolah yang purna bakti. Jadi memang harus siap dengan pola tambal sulam, baik dari sisi kepala sekolah maupun guru,” katanya.


Heni menegaskan, promosi kepala sekolah tetap mengacu pada mekanisme dan regulasi yang berlaku, mulai dari rekam jejak kinerja, kompetensi manajerial, hingga kebutuhan riil di lapangan.


“Tidak bisa asal tunjuk. Semua ada prosesnya, ada penilaian, ada seleksi, karena kepala sekolah ini ujung tombak mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing,” tegasnya.


Dengan adanya gelombang pensiun lanjutan di 2026, Dindikbud memperkirakan jumlah rotasi dan promosi bisa terus bertambah. Situasi ini sekaligus menjadi momentum regenerasi kepemimpinan di lingkungan pendidikan Kota Cilegon.


“Ini bukan hal luar biasa, tapi siklus normal. Yang penting, setiap rotasi membawa dampak positif, bukan sekadar pergantian nama di papan kantor,” pungkas Heni.


(Yan/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama